KISAH SUKSES SMD DARI DJOGJA


Pendiri CV. Mitra Amanah – Swalayan Qurban dan Aqiqah

Direktur Budidaya Ternak : “satu farm kambing, empat farm sapi dan empat outlet kambing tersebar di Sleman dan Bantul adalah salah satu hasil kerja keras, Mas Irawan salah satu contoh SMD yang sukses”


Adalah Irawan Eko Sulistyono, S.Pt lulusan dari Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada, seorang SMD dari Kabupaten Sleman tepatnya di Kecamatan Turi. Lokasi tempat tinggalnya tidak seberapa jauh dari lereng gunung Merapi. Semangat dan tekadnya untuk suskes sangat kuat. Setidaknya jiwa enterprenuer sudah muncul sejak usia belia. Mas Irawan yang lebih akrab disapa sejak duduk di bangku kuliah sudah memiliki usaha dan itu ia kembangkan terutama setelah menjadi SMD Terpilih Tahun 2007 yang pada saat itu merupakan program rintisan oleh Direktorat Jenderal Peternakan dalam upaya Pemberdayaan Masyarakat Melaui transfer ilmu pengetahuan dan teknologi  oleh Sarjana-sarjana Peternakan maupun para Dokter Hewan yang bergabung dalam Program SMD.

Sejak dibangku kuliah, mas Irawan telah merintis beberapa usaha salah satunya adalah beternak. Usahanya tersebut tambah berkembang sejak bergabung dengan program SMD. Perkembangannya sangat pesat dan saat ini telah mendirikan swalayan untuk hewan qurban dan aqiqah yang diberi nama “Mitra Amanah” yang telah berbadan hukum CV dan memiliki 5 (lima) outlet kambing tersebar di kabupaten Sleman dan Bantul yaitu di wilayah Maguwoharjo, Gedong Kuning, Wirosaban, Jalan Godean dan pusatnya berada di Jalan Kaliurang. Selain itu saat ini telah memiliki 4 (empat) kelompok binaan sapi potong yaitu berada di Kecamatan Turi, Kalasan, Piyungan dan Gamping. Dalam menjalankan usahanya, mas Irawan telah memiliki investor yaitu dari salah satu mantan Rektor UGM dan juga dari Bank Muammalat serta telah menjalin kerjasama dengan LAZIS, LSM, dan pihak swasta lainnya. Selama ini target penjualan selalu mendekati target bahkan ada yang melebihi target.

Omzet penjualan perbulan rata-rata mencapi 25 – 50 ekor. Pasarnya mas Irawan adalah Kota Jogja dan Kabupaten Bantul serta Sleman. Mas Irawan juga telah menjalin kerjasama dengan SMD-SMD lainnya seperti Dwi Agus dan Wahyu yang berasal dari Kabupaten Bantul.

Menurut mas Irawan yang sering dihadapi oleh SMD adalah bagaimana cara merubah pola pikir peternak dan memotivasi semangat para peternak. Untuk keterampilan dalam beternak, pada umumnya para peternak sudah memiliki namun hanya beberapa aspek teknologi budidaya yang memang harus ditransfer oleh SMD ke peternak seiring dengan perkembangan iptek saat ini.

Awalnya mas Irawan mengalami hambatan yang cukup berat yaitu ketidakpercayaan kelompok terhadap keberadaan SMD terkait dana yang dikucurkan. Kelompok saat itu masih beranggapan bahwa dana yang dikucurkan dari Pemerintah adalah milik kelompok dan SMD tidak berhak untuk ikut mengelola. Malah timbulnya kecurigaan bahwa SMD akan menguasai dana tersebut tanpa sepengetahuan kelompok. Kecurigaan ini memunculkan gap atau kesenjangan hubungan antara SMD dan Kelompok, namun dengan kesabaran dan keuletan mas Irawan untuk memberikan pemahaman yang pada akhirnya kelompok bisa memahami. Langkah untuk tidak mengambil profit sedikitpun dari kegiatan kelompok pernah ditempuh mas Irawan karena ingin membuktikan bahwa keberadaan SMD adalah murni untuk membantu kelompok. “Semua itu kembali ke niat” begitu ucapnya disertai senyum tulus dibibirnya tatkala mengakhiri cerita pengalaman sedihnya menghadapi semua cobaan.

Program SMD merupakan pemicu bagi keberhasilan peternak, untuk itu program ini sangat mendukung suksesnya pembangunan peternakan di Indonesia khususnya Pencapaian Program Swasembada Daging Sapi/Kerbau Tahun 2012. 

Dalam usahanya, mas Irawan pernah mengalami kerugian diawal usahanya hingga 6 (enam) juta. Namun semangat pantang menyerah dan bermentalkan baja mas Irawan tetap berusaha dan sekarang sudah mampu menghasilkan profit hingga puluhan juta dalam sebulan. Mas Irawan tak pernah mengatakan dirinya sukses, tapi apa yang dialaminya sekarang membuat orang lain mengakui kesuksesannya.

Menjelang Hari Raya Idul Adha atau Hari raya Qurban tahun ini, pada umumnya para peternak sapi potong, kambing/domba mengalami panen keuntungan. Begitu pula dengan mas Irawan, begitu banyak permintaan akan hewan qurban sehingga menjadi momen yang sangat ditunggu-tunggu setiap tahun. Selain dapat menjual semua ternak yang siap dijual, juga mas Irawan dapat menikmati kenaikan harga yang terjadi. Target penjualan mas Irawan adalah 750 – 800 ekor yang terbagi di 5 (lima) outlet. Salah satu strategi agar penjualannya maksimal adalah selain memperkuat jaringan, Mas Irawan juga menghindari melakukan display ternak terlalu banyak di outlet karena menghindari penyusutan berat badan agar dihasilkan bobot badan yang maksimal saat penimbangan.

Mas Irawan juga menyiapkan jagal untuk para konsumennya sehingga bisa disembelih ditempat dan lansung dibagikan kepada yang berhak serta telah memiliki pelangan tetap. Selain Idul Adha, mas Irawan juga melayani Aqiqah sehari-harinya dengan omset 25 ekor per bulan rata2. Dengan 5(lima) outlet yang dimilikinya sekarang. Sudah memiliki RPH sendiri yang berlokasi di Godean awalnya menggunakan RPH UGM.

Pada saat tim redaksi bersama mas Irawan, tak jarang panggilan masuk ke handphonenya yang didengar dari percakapannya adalah bisnis. Jadi kami tak bisa memungkiri lagi bahwa aktivitas usaha mas Irawan sangat padat. Mungkin inilah SMD yang diharapkan. SMD yang mampu membangun usahanya sedemikian sukses tanpa sedikitpun gentar menghadapi hambatan yang menghadang.

Menurut mas Irawan ada sekitar 50% SMD yang berhasil di Jogja “Hampir seluruh SMD terjun ke arah breeding, dan sangat sedikit yang melakukan trading” tutur mas Irawan. Karena tidak semua terjun ke pasar. Mas Busron juga melakukan trading yang berlokasi di Bantul.

Mas Irawan mengajak kepada kita semua terutama yang telah menjadi SMD mari berusaha di bidang peternakan, karena bidang ini Insya Allah jika dilakukan dengan sungguh-sungguh akan mendatangkan hasil yang lumayan besar. “Ternak adalah makhluk hidup, semua yang bernyawa selalu berhubungan dengan Yang Maha Kuasa, oleh karena itu jika kita pelihara dengan sepenuh hati dan penuh keikhlasan dan sungguh-sungguh, maka Insya Allah rejeki itu datang tanpa kira-kira” ucap mas Irawan. Inilah yang menjadi pondasi keyakinan mas Irawan bergelut diusaha peternakan. Namun, selain bidang peternakan, jiwa enterprenuer mas Irawan juga telah menghasilkan beberapa usaha lainnya dan diantara telah berkembang pesat diantaranya adalah rumah makan, laundry, penyewaan sound system, kost dsb. Beberapa omset besar yang telah dimilikinya antara lain tanah, rumah dan mobil. Ketika ditanya berapa total omzet semua jika dirupiahkan, mas Irawan dengan malu-malu menjawab “terserah sampeyan mau nulis berapa” kata mas Irawan. Setelah kita bujuk agar menyebutkan angkanya, mas Irawan memberikan kisaran antara 1-2 Milyar rupiah. (Roy Malindo, S.Pt)



1 komentar: